Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran Kimia

         Dunia maya menjadi salah satu target dari kecanggihan teknologi zaman sekarang, bidang 2 dimensi maupun 3 dimensi. Penggabungan keduanya mampu menampilkan kesan apik dan menarik pada sebuah objek, sekaligus menjadi media proyeksi ke dalam dunia nyata, sehingga sarana Augmented Reality mengambil peran penting di dalam dunia pendidikan. Sebelumnya pengertian Augmented Reality (AR) adalah sebuah teknologi yang dibuat dengan tujuan utama memberikan suatu informasi menggunakan kamera sebagai media penyampaiannya, baik itu kamera depan maupun belakang yang nantinya kan ditampilkan secara real time (waktu nyata). Fitur ini memberikan kesan nyata pada objek, serta penggunaannya yang telah banyak digunakan karena murah dan pengambangan yang tergolong mudah. Terdapat jenis fitur lain, yaitu Virtual Reality (VR) yang merupakan suatu teknologi yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan objek imajinasi dengan menggunakan komputer dan membawa pengguna ke dalam suasana 3-dimensi.

        Dalam implementasinya ruang lingkup aplikasi Augmented Reality (AR) dapat meliputi dunia hiburan, pendidikan, seni, navigasi , visualisasi, manufaktur, kesehatan, dan militer. Pemanfaatan teknologi Augmented Reality sudah mulai banyak dikembangkan untuk dunia pendidikan sebagai alat bantu pembelajaran. Sebagai contoh pemanfaatan teknologi Augmented Reality pada bidang pendidikan adalah dengan mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda, dengan memberikan informasi tambahan berupa gambar 3D untuk membantu anak-anak dalam memahami informasi yang disediakan. Contoh lain adalah dalam pembelajaran anatomi, yang didalamnya seorang pelajar dapat mempelajari organ tubuh manusia, misalnya bagian tengkorak manusia dalam bentuk 3 dimensi secara virtual dan berinteraksi dengan objek virtual tersebut. Dengan menggunakan AR seorang pelajar dapat mempelajari secara interaktif secara lebih efektif dengan adanya bentuk bahan ajar simulasi virtual, atau bentuk lainya seperti pengenalan hewan, tumbuhan dan lain-lain.


Dalam pembuatannya sistem Augmented Reality membutuhkan :

  •         Model 3D dari objek untuk di gabungkan dengan dunia nyata.
  •      Korespondensi antara dunia nyata dengan model 3D malalui kalibrasi.
  •      Tracing digunakan untuk menentukan sudut pandangan pengguna terhadap dunia nyata.
  •       Real-time display yang di gabungkan dengan citra asli dan juga grafik komputer yang di buat berdasarkan model.
  •       Waktu respon terhadap gerakan dan akurasi antara gambar dan grafik sangat mempengaruhi keefektifan sistem.

Cara kerja AR terbagi dua macam berdasarkan metode yaitu:

1. Marker Augmented Reality

Marker biasanya merupakan ilustrasi hitam dan putih persegi dengan batas hitam tebal dan latar belakang putih. Komputer akan mengenali posisi dan orientasi marker dan menciptakan dunia virtual 3D yaitu titik (0,0,0) dan 3 sumbu yaitu X,Y,dan Z. Marker Based Tracking ini sudah lama dikembangkan sejak 1980-an dan pada awal 1990-an mulai dikembangkan untuk penggunaan Augmented Reality.

2. Markerless Augmented Reality

Metode ini pengguna tidak perlu lagi menggunakan sebuah marker untuk menampilkan elemen-elemen digital. Saat ini markerless Augmented Reality banyak dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan besar, mereka telah membuat aplikasi AR  dengan berbagai macam teknik Markerless Tracking sebagai teknologi andalan mereka, seperti Face Tracking, 3D Object Tracking, dan Motion Tracking.

·         Face Tracking

Face Tracking merupakan markerless AR yang menggunakan algoritma yang dikembangkan sehingga komputer dapat mengenali wajah manusia secara umum dengan cara mengenali posisi mata, hidung, dan mulut manusia, kemudian akan mengabaikan objek-objek lain di sekitarnya seperti pohon, rumah, dan bendabenda lainnya.

·         3D Objectt Tracking

Berbeda dengan Face Tracking yang hanya mengenali wajah manusia secara umum, teknik 3D Object Tracking dapat mengenali semua bentuk benda yang ada disekitar, seperti mobil, meja, televisi, dan lain-lain.

·         Motion Tracking

Teknik komputer ini dapat menangkap gerakan, Motion Tracking telah mulai digunakan secara ekstensif untuk memproduksi film-film yang mencoba mensimulasikan gerakan.

·        GPS Based Tracking Teknik GPS Based Tracking saat ini mulai populer dan banyak dikembangkan pada aplikasi smartphone (iPhone dan Android). Dengan memanfaatkan fitur GPS dan kompas yang ada didalam smartphone, aplikasi akan mengambil data dari GPS dan kompas kemudian menampilkannya dalam bentuk arah yang kita inginkan secara realtime, bahkan ada beberapa aplikasi menampikannya dalam bentuk 3D.



Cotoh Augmented dalam pembelajaran kimia seperti dibadwah ini 






permaslahan: 

Dari berbagai banyak dampak yang ditimbulkan dengan adanya penggunaan Augmented Reality, menurut kalian adakah dampak negatif yang akan ditimbulkan dengan penggunaan AR ini? jelaskan mengapa dan bagaimana solusi untuk meminimalisir dampak negatif tersebut!

Komentar

  1. Dampak negatif yang dapat ditimbulkan :
    1. Gangguan kesehatan mata

    Menimbulkan rasa sakit sekaligus mual bagi pengggunanya dan memungkinkan kejadian itu diakibatan oleh radiasi yang ditimbulkan.

    2. Dunia medis

    Kesehatan pengguna akan terganggu jika digunakan dalam jagka waktu lama.

    3. Kecanduan dunia maya

    Semua yang disajikan oleh teknologi VR dan AR tentuya akan lebih seru jika dibandingkan dengadunia nyata, sehingga hal tersebut membuat para penggunanya betah berlama-lama dakam dunia digital. Penggunanya pasti sudah mengalami kecanduan dunia maya, dan di takutkan pengguna akan mengalami kesehatan yang memburuk.

    4. Gangguan pendengaran

    Agar dapat merasakan sensasi dari dunia digital, maka para pengguna biasanya akan menaikan volume ke tahap yang lebih tinggi, sehingga suara akan terdengar sangat keras dan mendengung di telanga penggunanya. Meskiun hal itu dipastikan mampu merasakan sensasi dunia digital, akan tetapi suara keras tersebut pendengaran menjadi terganggu. Sehingga menaikkan volume ke batas maksimal tidak dianjurkan untuk penggunanya.

    untuk meminimalisir hal tersebut, diperlukan peran orang tua untuk mengontrol anak dalam penggunaan gadget, digunakan seperlunya sesuai dengan kebutuhan.

    BalasHapus
  2. Disini saya akan mencoba menjawab
    Selain efek positif, AR memilki dampak negatif, terutama jika anak melakukannnya tanpa pengawasan dan berlebihan. Dampak negatif Augmented Reality pada anak salah satunya membuat anak menjadi malas melakukan aktivitas sehari – hari. Bermain AR juga dapat menimbulkan kecanduan.

    Memang penggunannya mudah, dengan tab dan smartphone lalu diberikan ke anak, dan anak menjadi senang. Tapi orang tua harus memberikan pengawasan yang tepat, batasi anak Anda bermain gadget. Apalagi ketika pengguaan yang berlebihan, akan menyebabkan anak menjadi kurang tidur dan mudah lelah.

    Karna faktanya kecanduan bermain game bisa mengganggu aktivitas yang lain seperti belajar. Untuk itu awasi dan perhatikan anak Anda ketika bermain gadget dan AR.

    BalasHapus
    Balasan
    1. AR mempunyai usia minimum untuk penggunanya. Meskipun banyak yang bilang bila alat ini aman digunakan oleh anak usia 7 tahun, namun para ahli kesehatan anak menyarankan bahwa alat ini sebaiknya digunakan pada anak dengan minimal usia 12 tahun. Hal ini karena otak anak di bawah usia 12 tahun masih dalam tahap perkembangan. Pada usia ini emosi anak pun belum stabil untuk menerima fantasi yang tampak benar-benar nyata. AR ini akan mengakibatkan kecanduan jika tidak dalam pantauan yang baik maka akan membahayakan karena membuat anak menjadi malas

      Hapus
  3. Saya akan menjawab pertanyaan anda. Menurut Jake, sebagian besar melaporkan bahwa AR untuk pendidikan mengarahkan pada pembelajaran yang lebih baik, efisien dan mendorong motivasi belajar. Karna konten dari AR ini memasukkan konten visual grafis yang asli dan dapat berinteraksi secara real-time.

    Selain efek positif, AR memilki dampak negatif, terutama jika anak melakukannnya tanpa pengawasan dan berlebihan. Dampak negatif Augmented Reality pada anak salah satunya membuat anak menjadi malas melakukan aktivitas sehari – hari. Bermain AR juga dapat menimbulkan kecanduan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sependapat dengan Azlina bahwa AR dalam pembelajaran dinilai dapat mengarahkan pada pembelajaran yang lebih baik, efisien dan mendorong motivasi belajar. Karna konten dari AR ini memasukkan konten visual grafis yang asli dan dapat berinteraksi secara real-time. Efek positif yang luar biasa ini tak terlepas dari efek negatif di sisinya salah satunya dari segi kebiasaan seperti yang dijelaskan Azlina seperti sikap kecanduan, sikap malas, dampak negatif lainnya adalah pada segi kesehatan seperti pada mata dan telinga. Mata karena terlalu sering menatap layar dan telinga dikarenakan pengguna AR ini para pengguna biasanya akan menaikan volume virtual reality ke tahap yang lebih tinggi. Sehingga suara dari teknologi virtual reality akan terdengar sangat keras mendengung di telinga penggunanya. Meskipun hal itu dipastikan memang mampu membawa penggunanya lebih merasakan sensasi dunia virtual, akan tetapi suara keras tersebut pastinya akan dapat menyebabkan pendengaran menjadi terganggu. Sehingga menaikkan volume ke batas maksimal tidak dianjurkan ketika menggunakan virtual reality. Sehingga untuk solusinya, siswa harus bisa memberikan waktu istirahat untuk kedua organ tersebut

      Hapus
  4. Saya akan menjawab pertanyaan anda, Augmented Reality ini memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dari penerapan Augmented Reality dalam pembelajaran adalah bahwa anak – anak yang pandai menggunakan AR akan mendapatkan keuntungan ketika mereka tumbuh dewasa dan bekerja. Biasanya, otak dan mental mereka akan berpikir lebih maju pada dunia teknologi. Apalagi, generasi saat ini memang berubah sangat cepat, dan tidak dapat disangka – sangka. Menurut Jake, sebagian besar melaporkan bahwa AR untuk pendidikan mengarahkan pada pembelajaran yang lebih baik, efisien dan mendorong motivasi belajar. Karna konten dari AR ini memasukkan konten visual grafis yang asli dan dapat berinteraksi secara real-time. Selain efek positif, AR memilki dampak negatif, terutama jika anak melakukannnya tanpa pengawasan dan berlebihan. Dampak negatif Augmented Reality pada anak salah satunya membuat anak menjadi malas melakukan aktivitas sehari – hari. Bermain AR juga dapat menimbulkan kecanduan.

    BalasHapus
  5. Augmented Reality ini telah terbukti sebagai cara yang menarik bagi siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. Teknologi baru memungkinkan pembelajaran berpusat pada siswa dan menciptakan peluang untuk kolaborasi yang menumbuhkan pemahaman berdasarkan konten yang ada dalam aplikasi. Untuk meminimalisir dampak negatif yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan augmented reality ini dalam pembelajaran, dibutuhkan pengawasan dari guru.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMANTIC NETWORK PEMBELAJARAN KIMIA

PRINSIP-PRINSIP DESAIN PEMBELAJARAN KIMIA

DESAIN PEMBELAJARAN ABAD 21