Artificial Intelegence untuk Pembelajaran Kimia
ARTIFICIAL INTELEGENCE
Artificial Intelegence atau Kecerdasan buatan adalah
kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks
ilmiah atau bisa disebut juga intelegensi artifisial (bahasa Inggris:
Artificial Intelligence) atau hanya disingkat AI, didefinisikan sebagai
kecerdasan entitas ilmiah. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan
kecerdasan buatan sebagai “kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal
dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran
tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang
fleksibel”. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan
dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan
seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan
kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika
fuzzy, jaringan saraf tiruan dan robotika.
Artificial Intelligence sendiri di munculkan oleh seorang profesor dari Massachusetts Institute of Technology yang bernama John McCarthy pada tahun 1956 pada Darthmouth Conference yang dihadiri oleh para peneliti AI. Pada konferensi tersebut juga di definisikan tujuan utama dari Artificial Intelligence, yaitu: mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan mendesain agar rapat menirukan kelakuan manusia tersebut. Beberapa program AI yang mulai dibuat pada tahun 1956-1966, antara lain:
- Logic Theorist, diperkenalkan pada Dartmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika.
- Sad Sam, diprogram oleh Robert K. Lindsay (1960). Program ini mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang di dengar dalam sebuah percakapan.
- LIZA, diprogram oleh Joseph Wnbaum (1967). Program ini mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan.
Dalam pendidikan AI sangat berperan dalam menyampaikan segala informasi dan pengelaman belajar yang akan membuat peoses belajar mengajar lebih efektif. Dengan menggunakan media-media pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan prinsip-prinsip dan teknik-teknik artificial intelligence, pebelajar/learner dapat belajar tanpa harus berhadapan langsung berhadapan dengan guru, dan informasi dalam media-media pendidikan tentunya akan lebih mempermudah dan meringankan tugas guru/pendidik dalam mentransformasikan ilmu dan pengalaman belajar mereka terhadapa peserta didik. Jadi dapat pula dikatakan bahawa aplikasi kecerdasan buatan dalam bidang pendidikan yang bertindak sebagai partner bagi pelajar atau mahasiswa dalam mempelajari suatu bidang. Berikut hal-hal yang bisa AI lakukan di bidang pendidikan
- pembelajaran yang lebih cerdas
Pembelajaran dalam sistem AI ini merupakan pembelajaran yang dipersonalisasi sehingga meningkatkan pengalaman belajar siswa. Pembelajaran AI dalam sistem individual ini menunjukkan bahwa hal ini dapat meningkatkan fokus siswa. Pasalnya, AI memiliki kemampuan untuk mengajar siswa secara individu dan mengenali area yang dibutuhkan untuk menemukan cara pengajaran yang tepat pada siswa melalui kecerdasan buatan tersebut. Misalnya, jika teknologi ini tahu kamu tertarik dengan mobil balap, maka itu yang akan digunakan sebagai analogi atau contoh untuk memahami materi pelajaran.
- Identifikasi bila siswa tak mengerti
Kecerdasan AI bisa mengidentifikasi konsep seperti apa yang tidak dipahami oleh siswa. Sehingga nantinya AI bisa melakukan penyesuaian untuk menemukan cara baru dalam membantu pembelajaran siswa. Blackboard, salah satu alat di bidang pendidikan kini banyak digunakan perguruan tinggi. Sebuah platform online ini digunakan para profesor untuk merilis catatan, pekerjaan rumah, kuis, dan tes, dan memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan dan tugas untuk penilaian. Alat ini juga bisa mengidentifikasi alasan di balik ketidak pahaman siswa.
- Menilai tugas
Manfaat lain dari program AI yaitu menilai kedua pilihan ganda dan pertanyaan dengan jawaban singkat. Ke depannya, AI juga bisa menilai pertanyaan esai. Oleh sebab itu, para guru tidak perlu lagi menghabiskan waktu mengerjakan tugas menilai setiap jam karena guru dapat lebih berkonsentrasi pada pengajaran dan interaksi satu lawan satu saja. Siswa juga mendapat hasil nilai langsung melalui AI. Mereka tak perlu menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan nilai mereka. Siswa juga akan menuai keuntungan dari guru yang memiliki waktu tambahan untuk proses belajar dan mengajar.
Dalam pendidikan AI (Artificial Intelligence) sangat
berperan dalam menyampaikan segala informasi dan pengelaman belajar yang akan
membuat peoses belajar mengajar lebih efektif. Dengan menggunakan media-media
pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan prinsip-prinsip dan
teknik-teknik artificial intelligence, pebelajar/learner dapat belajar tanpa
harus berhadapan langsung berhadapan dengan guru, dan informasi dalam
media-media pendidikan tentunya akan lebih mempermudah dan meringankan tugas
guru/pendidik dalam mentransformasikan ilmu dan pengalaman belajar mereka
terhadap peserta didik. Jadi dapat pula dikatakan bahwa aplikasi kecerdasan
buatan dalam bidang pendidikan yang bertindak sebagai partner bagi pelajar atau
mahasiswa dalam mempelajari suatu bidang.
- Lebih bersifat permanen.
- Lebih mudah diduplikasi & disebarkan.
- Lebih murah.
- Bersifat konsisten dan teliti karena kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah
- Dapat didokumentasi.
- Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasi dengan mudah dengan cara melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
- Dapat mengerjakan beberapa task lebih cepat dan lebih baik dibanding manusia.
Kelemahan AI
- Tidak kreatif; manusia kreatif dan luwes, AI harus melalui ‘sistem yang dibangun’
- Penggunaan pengalaman; manusia langsung, AI harus dengan input-input simbolik
- AI sangat terbatas untuk masalah tertentu saja (domain sempit), manusia memiliki domain luas

Saya ingin menanggapi, pertanyaan bahwa apakah kecerdasan buatan akan menggatikan pekerjaan sehari-hari termasuk profesi guru?
BalasHapusMenurut saya, guru harus mengubah cara mengajar. Apabila kita mengajar apa adanya seperti apa yang tertulis di buku ajar saja, maka mudah digantikan oleh teknologi. Namun jika guru mendengarkan nasihat Ki Hajar Dewantara, bahwa hakikat pendidikan adalah mengembangkan karakter, pikiran, dan jasmani siswa, maka guru tersebut tidak akan tergantikan oleh kecerdasan buatan tersebut. Kecerdasan buatan mengubah hidup kita. Kecerdasan buatan yang ditanamkan dalam ponsel Anda misalnya, seringkali lebih mengenal diri Anda dibanding Anda sendiri karena dia mempelajari Anda melalui analisis data. Kecerdasan buatan membuat hidup lebih mudah, misalnya ketika Anda lapar, tinggal buka ponsel dan memesan makanan melalui aplikasi Go food. Jadi, kecerdasan buatan mungkin bisa memberikan ilmu pengetahuan pada siswa, tetapi mengembangkan karakter tidak bisa dilakukannya. Itu adalah pekerjaan guru. Bagaimana menginspirasi, memotivasi, membuat siswa menjadi pelajar yang baik.
Saya akan menjawab pertanyaan anda bahwa menurut saya robot hanya bisa dijadikan media tambahan bukan mengganti posisi guru dikelas. karena proses pembelajaran antara pendidik dan peserta didik akan terjalin interaksi/kedekatan/ikatan secara emosional yang membantu proses perkembangan peserta didik secara psikologi. Menurut saya,guru pekerjaan yang tidak akan mungkin digantikan sepenuhnya oleh robot di masa depan. Pasalnya, proses pendidikan tidak hanya sebatas memperoleh pengetahuan akademis melainkan proses membentuk karakter manusiawi melalui interaksi alamiah antara guru dan anak yang juga sama-sama manusia. Robot tak akan mungkin bisa mengajarkan apa itu simpati, empati, kesedihan, sukacita, tawa, bahagia, dan emosi lainnya yang hanya manusia bisa mengalaminya.
BalasHapusAI tidak bisa menggantikan guru karena guru bukan sekedar pengajar tetapi guru juga sebagai pendidik sedangkan robot AI hanya berperan sebagai asisten pengajaran yang memudahkan transfer pengetahuan. Namun apabila guru tidak bisa mengikuti perubahan zaman dan tidak berkarakter kuat serta tidak menjalankan peran pendidiknya maka AI bisa lebih diharapkan kehadirannya dari pada guru. Jadi AI bisa menyingkirkan guru apabila guru tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik
BalasHapusMenurut saya dengan adanya AI tidak mengurangi peran guru dalam menghadapi psikologis siswa, karna pada dasarnya AI diciptakan adalah sebagai alat bantu, bahkan AI lah yang nantinya akan banyak membantu guru dalam penerapan pembelajaran di kelas dan mempermudah penjelasan/penyampaian materi kimia yang abstrak, sehingga guru juga bisa fokus pada permasalahan apa yang dihadapi siswa dan penilaian pada diri siswa secara keseluruhan.
BalasHapusSaya setuju dengan pendapat dina bahwa dengan adanya AI tidak mengurangi peran guru dalam menghadapi psikologis siswa, karna pada dasarnya AI diciptakan adalah sebagai alat bantu, bahkan AI lah yang nantinya akan banyak membantu guru dalam penerapan pembelajaran di kelas dan mempermudah penjelasan/penyampaian materi kimia yang abstrak, sehingga guru juga bisa fokus pada permasalahan apa yang dihadapi siswa dan penilaian pada diri siswa secara keseluruhan.
HapusSaya ingin menanggapi pertanyaan dari saudari Nia mengenai kemungkinan peran guru akan tergantikan oleh AI.
BalasHapusJadi, peran utama dari seorang guru bukan hanya pengajar yang menyampaikan materi saja kepada murid, namun juga sebagai pendidik yaitu mengajarkan juga tentang pendidikan karakter pada siswa tersebut. Jika peran guru hanya dilihat sebatas penyampaian materi, maka mungkin teknologi bisa menggantikannya karena tinggal ketik suatu kata maka akan muncul ratusan bahkan ribuan informasi dari berbagai sumber. Akan tetapi, peran guru yang utama justru mendidik karakter murid tidak hanya secara kognitif (pengetahuan) tapi juga secara afektif (sikap), dan yang menjadi pertanyaan besarnya ialah bisakah teknologi menggantikan peran seorang guru atau pendidik dalam mendidik murid secara karakter ? Jawabannya, tentu saja tidak bisa.